.... Sejenak aku terpaku....
Baru saja kujejakkan kakiku di Bandara ini lagi....
Dengan Harapan, akan melihat dirimu.... ditengah keramaian manusia, Meminjam api untuk Rokokmu.... Seperti 5 tahun yang lalu....
Aku melangkah menuju ruangan besar,..... dengan manusia yang banyak disana...
Sebagian kukenal dan mengganggu langkahku untuk sebuah "Hello".
Tapi tak kulihat dirimu.... belum, kataku... 5 tahun yang lalu'pun kau muncul ketika acara hampir usai..... Dan aku tetap berharap.
Detik demi detik kulewati.... dengan senyum dan harap yang tertuju pada pertemuanku denganmu.
Sesungguhnya aku tidak siap untuk bertemu dengan'mu...
Setelah semua yang kulalkukan padamu (tanpa sengaja),.... setelah semua yang terjadi padaku kini...
Aku bukan perempuan yang sama seperti 5 tahun yang lalu.... Tapi aku masih menggenggam erat Magenta itu, sungguh... entah untuk suatu apa....
Aku sabar menanti.... sabar meneliti setiap jengkal ruangan mencari bayanganmu....
Kau tak kunjung datang....
Aku berharap sapaanmu tiba-tiba menyapaku.... demi sebuah api rokok..., atau sebotol Corona.... seperti 5 tahun yang lalu...
Tapi kau tak kunjung datang.... asaku tersapu....
Aku hanya merindukanmu....
Aku hanya ingin melihatmu....
Aku hanya ingin menikmati senyumanmu...
Aku tahu, semua tak lagi sama.... seperti 5 tahun yang lalu....
Tapi Bali selalu memberiku secercah harap..... sebagai jalan untuk bertemu denganmu....
No comments:
Post a Comment