Wednesday, November 24, 2010

251110

... I Miss my Papi...
Wenda Aluwi

Tuesday, November 16, 2010

..... Semua rasa ini tertuju padamu....
Apa yang terjadi dengamu Sayang ?
Mengapa tiba-tiba rindu ini begitu Hebat membawaku ?
Dulu...... Kehangatan ini selalu dapat kunikmati....
Dulu...... Rasa Rindu ini selalu dapat memanggilmu....
Dalam berbagai cara..... aku selalu dapat memanggilmu.....

Kini..... sekuat tenaga aku memanggilmu.....
dengan berbagai upaya aku maraihmu,

Kau tak pernah kembali.....
.... Discovery, Corona, Indo Chine, Boat Quay, Jazz Club, Sai anju ma ahu, Books, Magenta, Pelukan hangat di Ladang, segelas Kopi, Perempuan pembeli nanas,.....
Aku merindukanmu.

Thursday, March 18, 2010

...Kamis Sore....

.... Anganku kembali menujumu....
Ditengah tumpukkan Gugatan yang harus segera aku kerjakan....
Aku bersyukur,.... Rinduku tetap kupelihara dengan baik....
Sehingga ia selalu datang berkunjung.... membawa cerita lama....
Tentangmu.....

Monday, March 15, 2010

Tetap Kupelihara Magenta itu, untukmu.....

..... Hari berganti Minggu, Bulan dan tahun.....
Tanpa lelah dan bosan aku tetap memelihara Rindu ini, Magenta ini....
untukmu, entah untuk apa.

Ratusan hari kuawali dengan namamu,
Ratusan pagi kulalui jalan yang sama dengan mengingatmu....
Kadang ada jeda dalam Merindumu.... namun hatiku tak nyaman berlama-lama...
segera anganku berlari menuju detik-detik membahagiakan saat disampingmu.
Membuka lembar demi lembar kenangan itu....
Boat Quay, merentang untukku....
Discovery tergambar jelas selalu...

Kucoba selalu untuk memelihara kerinduan ini....
Magenta ini indah terpelihara untukmu.... entah untuk apa dan sampai kapan.
Kau rentang jarak.... Kau ulur waktu..... kau hapus semua tentangku,
Tapi aku setia memelihara semua ini.... setidaknya ini yang kupunya tentangmu....
entah sampai kapan dan untuk apa....

Yang aku tahu, aku nyaman memeliharanya...

Kubuka semua pintu yang dapat kujalani untuk mencapaimu,
Meski tak ada satu pintupun yang berhasil aku masuki....
karena aku tak berani, karena aku tak mampu..... tak kuasa berlari nyata kearahmu.
Entah sampai kapan.... entah untuk apa.....

Kau kucari.... kau kunanti..... kau kupanggil dalam batinku.
Entah sampai kapan ..... entah untuk apa....

Meski tak ada harapan disana.... Aku setia memelihara Magenta ini untukmu,
Walau mungkin kau tak lagi memilikinya..... tapi aku masih memelihara milikku,
demi jeritan batinku.... demi kenyamanan hatiku.... demi nyanyian jiwaku,
yang melantun menggapaimu.....